Gowes tahun ini melibatkan 48 peserta terdiri dari dosen, alumni dan panitia, mengambil rute yang dimulai dari Nglanggeran Gunungkidul, pada hari Sabtu (23/2). Namun, peserta sudah berkumpul sejak Jum’at (22/2) sore, dan menginap di guest house Kopilimo, Nglanggeran. Untuk menyemarakkan suasana, peserta mengadakan acara pesta duren dan keakraban.


Pagi harinya, setelah sarapan, gowes dimulai pada pukul 06.30 WIB. Keceriaan tampak pada wajah semua peserta. Seolah tak sabar ingin menakhlukkan tantangan medan yang disiapkan panitia. Medan etape pertama sebelum pitstop 1 sudah menantang. Tanjakan dan turunan, melewati tebing dan perbukitan yang di kiri-kanannya berderet stasiun relay televisi. Bagi yang pernah melihat lokasi stasiun relay televisi di Nglanggeran, pasti bisa membayangkan gambaran medannya. Rute berlanjut sampai perempatan jalan baru yang membelah bukit, kemudian melewati jembatan Sembada-Handayani yang membatasi wilayah Sleman dan Gunungkidul.


Medan naik turun tidak habis. Justru semakin menantang. Jalanan yang tak begitu lebar, naik turun, tikungan tajam dan menaik menuju Candi Ijo dilalui. Sesampainya di Candi Ijo, peserta bisa bernafas lega. Setidaknya medan naik sudah berkurang. “Alhamdulillah sampai Candi Ijo, tinggal bonus turunan semua,” Prof. Nizam, Dekan FT UGM, yang juga ikut rombongan berkomentar. Benar saja. Setelah Candi Ijo, tersisa turunan saja melewati Bukit Breksi, jalanan pedesaan yang kiri-kanannya hamparan sawah.


Namun, ternyata tantangan berganti.


Hari yang sudah siang, mengantarkan panas yang menyengat. Meski masih menyusuri jalan pedesaan, peserta harus melawan panasnya sinar matahari. Hijaunya sawah yang terhampar menjadi penawar, yang tentunya tidak dilewatkan peserta sembari tetap konsentrasi mengayuh sepeda.


Setelah menempuh perjalanan, sampailah peserta di PIAT (Pusat Inovasi Agroteknologi) Universitas Gadjah Mada, yang terletak di Kalitirto, Berbah, Sleman. Sekretaris PIAT berkenan menjelaskan fasilitas dan fungsi PIAT UGM pada peserta.


Perjalanan dilanjutkan melalui jalan Jogja-Solo. Peserta harus berbagi dengan pengendara motor dan mobil. Namun demikian, kerapihan dan ketertiban yang tetap dijaga mengantarkan peserta sampai di KPFT UGM. Di KPFT peserta disambut dan dikalungkan medali oleh panitia.


Jarak 45 km itu selesai ditempuh pada pukul 11.00 WIB. Saling puji pun terlontar di antara para peserta. “Pak Dekan pancen manteb. Kemarin sudah full lead acara HPTT, sekarang gowes naik perbukitan,” puji Dr. Chandra pada Prof. Nizam.


(Sumber: website Fakultas Teknik UGM)