Technodays 2019





22 Februari 2019



Sebagai bagian dari agenda Hari Pendidikan Tinggi Teknik (HPTT) 73, Jum’at (22/2), Menteri Perindustrian dan Menteri Perhubungan RI meresmikan dua laboratorium baru di FT UGM.





Pertama Laboratorium Lean Manufacturing dan Laboratorium Lean Production System yang ada di DTMI FT UGM. Dua laboratorium tersebut merupakan sumbangan dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) untuk mendukung program pembelajaran dan penelitian di FT UGM. Dua lab ini diserahkan langsung oleh Direktur Administrasi, Korporasi, Hubungan Eksternal, & CSR TMMIN, Bob Azam.


Dalam rilisnya, Bob Azam menyampaikan bahwa Toyota selaku pelaku industri senang dapat menjadi bagian dari perkembangan kemajuan pendidikan di Indonesia. Tantangan industri 4.0 harus dihadapi dan disiapkan dengan bekal pengetahuan teknologi. “Melalui laboratorium-laboratorium ini, kami berharap praktik yang dilaksanakan dapat menjadi jembatan pengetahuan ke dunia kerja nyata,” ujar Bob Azam Direktur PT TMMIN.


Bob Azam juga menyampaikan bahwa mahasiswa dan para dosen sebagai pengajar merupakan dua elemen SDM penting dalam sistem pendidikan. SDM yang kompetitif dihasilkan dari mahasiswa yang memiliki prestasi mumpuni yang diperoleh dari pengajar yang berkualitas tinggi. Peningkatan kemampuan pengajar inilah yang dapat menjadi kunci dari lahirnya generasi muda yang siap menjadi bagian dari perkembangan kemajuan dunia industri.


Dekan FT UGM, Prof. Ir. Nizam menyebutkan ini merupakan salah satu bentuk kerja sama perguruan tinggi dengan industri. “Semoga semakin banyak industri yg mengikuti. Sinergi quadruple helix antara perguruan tinggi, industri, pemerintah dan masyarakat merupakan kunci untuk kemajuan bangsa,” tegasnya.


Rektor UGM menyampaikan ucapan terima kasih kepada Toyota, dan berharap bantuan ini akan menjadi berkah dan kemajuan bagi Fakultas Teknik, bangsa dan negara. “Di era disrupsi teknologi memacu seluruh sivitas akademika untuk berlari lebih cepat lagi untuk mengejar ketertinggalan. Di industri 4.0, 3.0. 2.0 harus kita kuasai secara serempak, dan saatnya kita mengejar industri 4.0 yang harus dikuasai dengan sangat cepat,” ucapnya.


Laboratorium berikutnya yaitu AI Center of Excellence untuk menyongsong industr 4.0 di Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik UGM. Lab ini diresmikan langsung oleh Menteri Perhubungan, Ir. Budi Karya Sumadi pada hari yang sama bersama Menteri Perindustrian disaksikan Rektor UGM, Dekan FT UGM dan dosen serta mahasiswa.


Beberapa tokoh praktisi dan ilmuwan nasional turut berkontribusi sebagai dewan penasihat dan pembina UGM AI Center of Excellence antara lain Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie (CEO Ilthabi Rekatama), Dr. Agus Hasan Sulistiono (Direktur PT. Tira Austenite, Tbk.), Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D. (Dekan Fakultas Teknik UGM), Herman Widjaja (VP Engineering Tokopedia), Rene Indiarto Widjaja (Direktur PT. Epsindo Prima Energi), dan Dr. Ettikan K. Karuppiah (Direktur Ekosistem Pengembang, NVIDIA).


Ketua Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik UGM, Dr. Sarjiya menyampaikan bahwa AI Center of Excellence akan menjadi wadah yang tepat bagi implementasi riset-riset teknologi kecerdasan buatan yang telah dilakukan di UGM untuk lingkup masyarakat yang lebih luas. Selain itu, AI Center of Excellence akan mempercepat peluang pengembangan teknologi yang menjadi basis industri digital yang saat ini berkembang pesat di Indonesia. Beberapa peneliti UGM yang menginisiasi AI Center of Excellence telah melakukan kerja sama dengan berbagai institusi akademik dan industri di dalam negeri dan di luar negeri dalam pengembangan berbagai macam solusi berbasis teknologi kecerdasan buatan. Pada tahun 2022, UGM AI Center of Excellence diharapkan menjadi pelopor inovasi teknologi kecerdasan buatan di Indonesia sekaligus menjadi kontributor utama dalam pengembangan industri digital berbasis teknologi kecerdasan buatan.


Menanggapi peresmian Lab AI ini, Dekan FT UGM menggaris bawahi pentinganya AI. “AI adalah kunci teknologi di era industri 4.0,” tegasnya. Pada peresmian ini juga dipamerkan beberapa hasil penelitian seperti smart transportation system, smart home and office automation, tracking traffic, tracking people in crowd, serta aplikasi-aplikasi lainnya.


Setelah meresmikan laboratorium baru, Menteri Perindustrian, Menteri Perhubungan bersama Rektor dan Dekan FT UGM dan meninjau lokasi pameran alat-alat mahasiswa FT UGM. Menteri Perindustrian menyampaikan bahwa apa yang dilakukan FT UGM merupakan riset-riset yang sedang dilakukan terkait revolusi industri 4.0. Terkait hal ini maka pemerintah akan terus mendorong berbagai inovasi-inovasi yang bagus.


“Tetapi kita minta skalanya diperbesar, dukungan pemerintah yang akan diberikan adalah dengan insentif fiskal. Jadi, ini jika bergabung dengan industri skillnya bisa dinaikkan, itu nanti dapat insentif dari pemerintah,” katanya.


(Sumber: website UGM)